MEMBENTUK ETOS KERJA PRIBADI MUSLIM ABAD 21


MEMBENTUK ETOS KERJA PRIBADI MUSLIM ABAD 21










PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR
2018



ABSTRAK
Etos kerja merupakan nilai – nilai yang membentuk kepribadian seseorang dalam bekerja. Etos kerja pada hakekatnya di bentuk dandipengaruhi oleh sistem nilai yang dianut seseorang dalam bekerja. Yang kemudian membentuk semangat yang membedakannya antara yang satu dengan yang lain. Etos kerja Islam dengan demikian merupakan refleksi pribadi seorang kholifah yang bekerja dengan bertumpu pada kemampuankonseptual yang dimilikinya yang bersifat kreatif dan inovatif. Kemudian konsep etos kerja dalam menjadikan pribadi / kholifah muslim ialah menyebarkan rahmat pada semua makhluk yang di interpretasikan dalam bentuk syari’ah yang sesuai dengan nilai – nilai agama islam dengan berpedoman pada Al – Qur’an dan Al – Hadits.
Dengan demikian, dalam membentuk pribadi muslim yang berjiwa etos kerja yang menjadikan bekal di masa yang akan datang yakni mampu bersaing dalam persaingan dalam aspek ekonomi, politik maupun aspek lainnya dan menjadikan tujuan nilai – nilai karakter agama islam yang menjadi tumpuan dalam pembentukan etos kerja pribadi muslim yang sesuai dengan syari’at islam.
Untuk itu penulis menyusun makalah yang berjudul Membentuk Etos Kerja Pribadi Muslim abad 21”. Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode studi pustaka yang bertujuan untuk mengetahui melalui beberapa referensi tentang membentuk etos kerja pribadi muslim abad 21. Berdasarkan dari beberapa referensi dapat disimpulkan bahwa Membentuk Etos kerja pribadi muslim abad 21 merupakan pembentukan karakter yang menjadikan pribadi sebagai kholifah di muka bumi ini dengan di interpretasikan dalam bentuk syari’ah dan proses eksistensi diri manusia dalam kehidupanya dengan persaingan ekonomi maupun aspek lainnya yang menjadi inovatif dan kreatif dimasa yang akan datang.
Kata Kunci      : Etos Kerja, Pribadi Muslim, Nilai – Nilai karakter


DAFTAR ISI
ABSTRAK .................................................................................................................................
DAFTAR ISI ..............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah  ..................................................................................................
B.     Rumusan Masalah   ..........................................................................................................
C.     Tujuan Penulisan   ............................................................................................................
D.    Metode Penulisan   ...........................................................................................................
E.     Manfaat Penulisan    .........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Etos Kerja   ....................................................................................................
1.      Pengertian Etos ..........................................................................................................
2.      Perngertian Kerja .......................................................................................................
3.      Pengertian Etos Kerja   ..............................................................................................
B.     Konsep Etos Kerja dalam perspektif islam ......................................................................
1.      Iman sebagai landasar bekerja   ..................................................................................
2.      Senantiasa Bersyukur    ..............................................................................................
C.     Cara Membentuk Etos kerja pribadi muslim abad 21  .....................................................
1.      Ciri – ciri pribadi muslim dalam etos kerja .................................................................
2.      Cara membentuk etos kerja pribadi muslim sesuai dengan dalil naqli  ......................
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan ..........................................................................................................................
B.     Saran ................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Suatu fakta yang lazim didapati dalam kehidupan duniawi yaitu bahwa masalah pemenuhan kebutuhan material sering menjadi faktor yang dominan dalam kehidupan manusia yang bahkan kadang-kadang menempati prioritas utama dalam kehidupan. Hampir dapat dipastikan bahwa pemilikan yang menonjol terhadap kekayaan material, di samping faktor fungsi, kharisma, keturunan, selalu membawa pemiliknya kepada penerimaan status sosial tertentu.[1]
Dengan demikian, tidak mengherankan jika sejarah kehidupan manusia selalu diwarnai oleh persaingan yang ketat dalam lingkup persoalan ini. Setiap manusia berjuang untuk mempertahankan hidup dan juga untuk mendapatkan kekayaan material. Manusia selalu mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan materialnya, bahkan kalau bisa lebih dari sekedar cukup. Kecenderungan untuk memperoleh dan memenuhi kebutuhan material adalah “bawaan naluriah” dan bagian dari sisi emosi manusia.
Etos kerja muslim adalah sikap kepribadian yang menciptakan pengertian bahwasannya bekerja bukan hanya untuk mencari kekayaan, kemuliaan diri. Melainkan juga sebagai manifestasi amal sholeh (akhirat) mereka sehingga memunculkan semangat bekerja keras dan tujuan untuk bekerja secara amanah. Dimana hal tersebut dapat meninggikan derajat mereka di hadapan Allah SWT.[2]
Dalam hal ini bahwa setiap orang mampu memenuhi kebutuhannya dengan cara bekerja yang sesuai dengan syari’at islam bagi pribadi muslim. Manusia dengan segala potensi yang dimilikinya merupakan subjek dari maju mundurnya sebuah peradaban. Di samping manusia menjadi subjek, ia bahkan menjadi pemilik sah dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang. Dalam kerangka pemenuhan kebutuhan dan membangun peradaban itu, umat muslim dinilai memiliki daya saing yang cukup lemah dibanding yang lain sebab umat islam zaman sekarang menjadikan tumpuan konsumen bagi para non muslim, pemenuhan kebutuhan dalam hal bekerja, styles, fashion dll merupakan ancaman utama bagi pertumbuhan ekonomi non muslim.
Alangkah baiknya dalam hal ini, menjadikan pribadi muslim yang membentuk karakter etos kerja yang sesuai dengan syari’at islam sebab dilihat dari zaman Rasulullah SAW perekonomian umat islam sangatlah maju. Oleh karena itu, kita sebagai pribadi muslim harus membentuk etos kerja dalam semua aspek seperti ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi maupun politik. Pribadi muslim seharusnya membenahi diri pribadi dalam hal etos kerja sebab zaman sekarang banyak persaingan denga non muslim. Kemudian hari ini harus merencanakan strategi – strategi agar membalikan perekonomian umat islam menjadi lebih baik.
Dalam Hadits Rasulullah SAW bersabda, bahwa “Barang siapa yang hari ini leih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung dan barang siapa hari ini seperti hari sebelumnya maka ia akan merugi dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang – orang yang terlaknat” ( H.R. Al – Baihaqy)
Dalam hadits diatas sudah jelas bahwa selaku pribadi muslim yang kompetitif harus merencanakan dimasa yang akan datang dalam hal segala aspek sebab bagaimana pun hari ini harus lebih baik dari pada hari sebelumnya agar tergolong menjadi orang yang beruntung. Apalagi nanti abad ke 21 yang merupakan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi yang sangat maju dan kebanyakan pula dikuasai oleh non muslim.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut.
1.      Bagaimana Pengertian etos kerja ?
2.      Bagaimana konsep etos kerja dalam perspektif islam?
3.      Bagaimana Cara membentuk etos kerja pribadi muslim di abad 21 ?
C.    Tujuan Penulisan
Merujuk pada rumusan masalah di atas, penulisan makalah ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui:
1.      Mengetahui Pengertian etos kerja
2.      Mengetahui konsep etos kerja dalam perspektif islam
3.      Mengetahui Cara membentuk etos kerja pribadi muslim di abad 21
D.    Metode penulisan
Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah :
1.        Metode Pustaka
Yaitu metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan sumber materi dari pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun informasi di internet.
E.     Manfaat Penulisan
1.        Secara Teoritis :
a.       Hasil Penulisan makalah ini diharapkan memberikan informasi bagi para pembaca (audience) tentang Pembentukan Etos Kerja Pribadi Muslim abad 21.
b.      Hasil penulisan makalah ini diharapkan menambah wawasan pemikiran bagi pembaca yang khususnya tentang Pembentukan Etos Kerja Pribadi Muslim abad 21 .
2.    Secara Praktis :
a.       Dapat memberikan arahan atau tujuan tentang Pembentukan Etos Kerja Pribadi Muslim abad 21 yang di kemudian hari bisa diimplementasikan.
b.      Dapat memberikan gambaran tentang Pembentukan Etos Kerja Pribadi Muslim abad 21.










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Etos Kerja
Manusia dan hewan merupakan mahluk yang sama-sama memerlukan makan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi tentu lain dalam cara memperolehnya. Hewan bekerja semata berdasarkan insting hewaniah,tidak ada etos, kode etik dan pertimbangan akal pikiran. Tetapi manusia diharuskan memilikinya karena manusia adalah mahluk yang dibekali cipta, rasa dan karsa oleh sang pencipta. Untuk meringankan beban tenaga kerja yang terbatas maupun meraih prestasi yang sehebat mungkin. Apabila manusia bekerja tanpa etos, tanpa moral dan ahlak maka derajat manusia tak ada bedanya dengan hewan, bahkan dapat dikatakan lebih rendah dari hewan. Begitu juga bilamana manusia bekerja tanpa mendayagunakan akal pikirannya, dapat dipastikan hasil kerjanya tidakakan memperoleh kemajuan apa-apa.[3]
Pengertian Etos ditinjau dari beberapa referensi, sebagai berikut :
1.      Etos berasal dari bahasa Yunani (ethos) yaitu sifat khusus dari perasaan moral dan kaidah-kaidah etis sekelompok orang.
2.      Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan masyarakat
3.      Dari perkataan ”etos” terambil pula perkataan ”etika” dan ”etis” yang merujuk kepada makna akhlak atau bersifat akhlaqi yaitu kualitas esensial seseorang atau suatu kelompok termasuk suatu bangsa. Jadi etika adalah seperangkat nilai tentang baik, benar, buruk, dansalah yang berdasarkan prinsip-prinsip moralitas, khususnya dalam perilaku dan tindakan. Sehingga etika salah satu faktor penting bagi terciptanya kondisi kehidupan manusia yang lebih baik.
Dengan demikian bahwa etos merupakan sifat seseorang yang menjadikan hal yang penting dalam kehidupannya dalam berakhlak , dan moral yang baik untuk kualitas esensi seseorang.
Kemudian kerja adalah segala aktivitas yang dilakukan karena ada dorongan untuk mewujudkan sesuatu sehingga tumbuh rasa tanggungjawab yang benar untuk menghasilkan karya atau produk yang berkualitas dan dilakukan dengan kesengajaan dan direncanakan.
Apabila etos ini dihubungkan dengan kerja, maknanya menjadi lebih khas. Etos kerja adalah kata majemuk yang terdiri dari dua kata dengan arti yang menyatu. Makna khas itu adalah bahwa etos kerja merupakan concern pragmatis. Ia membentuk perilaku individual dan social masyarakat. Dapat pula bermkana semangat kerja yang menjadi cirri khas dan keyakinan seseorang atau kelompok. Selain itu juga sering diartikan sebagai setiap kegiatan manusia yang dengan sengaja diarahkan pada suatu tujun tertentu. Tujuan itu adalah kekayaan manusia itu sendiri, entah itunjasmani atau rohani atau pertahan terhadap kekayaan yang telah diperoleh. Dengan demikian etos kerja merupakan sikap atau pandangan manusia terhadap kerja yang dilakukan, yang dilatarbelakangi nilai-nilai yang diyakininya. Nilai-nilai itu dapat berasal dari suatu agama tertentu, adat istiadat, kebudayaan, serta peraturan perundang-undangan tertentu yang berlaku dalam suatu negara. Dengan kata lain, etos kerja dapat juga berupa gerakan penilaian dan mempunyai gerak evaluatif pada tiap-tiap individu dan kelompok. Dengan evaluasi itu akan tercipta gerak grafik mennajak dan meningkat dalam waktu-waktu berikutnya. Ia juga bermakna cermin atau bahan pertimbangan yang dapat dijadikan pegangan bagi seseorang untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil kemudian.[4]
 Hemat kata, etos kerja adalah double standar of life yaitu sebagai daya dorong di satu sisi, dan daya nilai pada setiap indiividu atau kelompok pada sisi yang lain. Etos kerja, jika dikaitkan dengan agama berarti sikap atau pandangan atau semangat manusia terhadap kerja yang dilakukan, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang agama yang dianutnya.
Dengan demikian Etos kerja merupakan sikap dan pandangan terhadap kerja, kebiasaan kerja, ciri-ciri atu sifat-sifat mengenai cara kerja yang dimiliki oleh seseorang suatu kelompok manusia atau suatu bangsa. dan juga menjelaskan bahwa etos kerja merupakan bagian tata nilai (Value System). Dalam hal ini, membentuk etos kerja merupakan hal terpenting dalam mengenai kebiasaan cara kerja yang menuntut untuk melihat nilai – nilai moralitas atau akhlak yang baik.
B.     Konsep Etos kerja dalam Perspeltif Islam
Dalam etos kerja merupakan hal yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Terlepas dari pada itu, etos kerja pun harus sesuai dengan tuntunan nilai – nilai agama yang menopang dalam cara kerja dan etika dalam pekerjaan yang bertujuan hakikatnya beribadah kepada Allah SWT.
Etos kerja Islam dengan demikian merupakan refleksi pribadi seorang kholifah yang bekerja dengan bertumpu pada kemampuan konseptual yang dimilikinya yang bersifat kreatif dan inovatif. Tujuan itu pada hakekatnya bersifat transendental karena tujuan itu tidak hanya terbatas pada kehidupan duniaindividu, tetapi juga pada kehidupan setelah dunia ini, etika initerekspresikan dalam bentuk syari’ah yang terdiri dari al-Qur’an dan hadist. Etika kerja dalam perspektif Islam adalah semacam kandungan ”spirit” atau semangat yang tinggi untuk menggubah sesuatu menjadi lebih bermakna. Seseorang yang memiliki etos kerja dalam  Islam, ia tidak mungkin membiarkan dirinya untuk menyimpangatau membiarkan penyimpangan yang akan membinasakan.
Dengan demikian, etos kerja dalam perspektif islam merumuskan bahwa etika kerja yang mengedepankan nilai-nilai al-Qur’an dan Al - hadits. Yang bertujuan menolak anggapan bahwa bisnis hanya merupakan aktivitas keduniaan yang terpisah dari persoalan etika dan pada sisi lain akan mengembangkan prinsip-prinsip etika bisnis al- Qur’an dan Al – Hadits dan menjadikan etika merupakan pondasi dalam hal cara bekerja seseorang khususnya orang muslim.
Adapun konsep etos kerja dalam perspektif islam , dapat dilihat dari 2 hal pokok, adalah sebagai berikut :
1.      Iman sebagai landasan bekerja
Bekerja adalah manifestasi keimanan. Dengan kata lain, poros dari kerja adalah tauhid. Hal ini didorong oleh firman Allah dalam Q.s. Al – Isra’ ayat 84 :
قُلۡ كُلّٞ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ سَبِيلٗا )٨٤(
Yang artinya : Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya” ( Q.s. Al – Isra ayat 84).[5]

Dalam ayat ini terkandung perintah (amar) yang berarti bahwa hal itu hukumnya wajib dilaksanakan. Ini artinya siapa pun mereka yang secara pasif berdiam diri, tidak mau berusaha untuk bekerja, maka dia telah menghujat perintah Allah, dan sadar atau tidak, sesungguhnya orang tersebut sedang menggali kubur kanistaan bagi dirinya sendiri. Iman kepada Allah mendasari setiap aktivitas kerja seseorang. Mengingat Allah melalui shalat, dengan menghentikan kegiatan bekerja bahkan di tengah-tengah kesibukan kita seperti diisyaratkan oleh ayat tersebut, mengandung rahasia tertentu. Salah satu manfaatnya adalah menenangkan pikiran dan memberi kesempatan kepada seseorang untuk mampu mengendalikan diri, dari mabuk kerja (workaholic) yang mungkin dialami seseorang. Bahkan dengan ketenangan dan perenungan nilai-nilai yang luhur bisa terjadi proses penjernihan pikiran, kreativitas dan gagasan inovatif.
2.      Senantiasa Bersyukur
Manusia diperintahkan untuk senantiasa bersyukur atas rezeki yang diperolehnya, bersyukur karena terlepas dari mara bahaya dan dianugerahkan nikmat kehidupan. Manusia tidak boleh menyombongkan diri atas kelebihan-kelebihan yang telah diperolehnya, karena semua itu hanya titipan dari Allah yang diberikan kepadanya. Untuk mewujudkan rasa syukur itu, manusia diperintahkan untuk menunaikan shalat dan berkorban. Dari perspektif psikologis, perasaan bersyukur akan memberi kepuasan pada diri sendiri, selanjutnya akan menghilangkan rasa resah jika memperoleh sesuatu yang dicita-citakan. Islam juga mengajarkan agar manusia melihat ke bawah yaitu mereka yang kurang bernasib baik supaya jiwa mereka tenang. Pengaruh kejiwaan terbesar yang muncul dari rasa bersyukur adalah ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli atau dinilai dengan uang.
Itulah konseptual etos kerja dalam perspektif islam bahwa setiap perkerjaan harus dilandasi dengan keimanan maupun ketauhidan agar menjadi berkah dalam kehidupannya dan senantiasa bersyukur dalam hal hasl atau pencapain yang dicapai oleh seorang muslim.
C.    Cara Membentuk Etos Kerja Pribadi Muslim abad 21
Seseorang mempunyai prinsip dalam bekerja, akan tetapi tidak semua memiliki etos kerja yang baik. Dalam hal ini, ciri – ciri etos kerja pribadi muslim yang menjadikan bekal untuk masa yang akan datang, antara lain :[6]
1.      Kecanduan terhadap waktu.
Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja adalah cara seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu. Dia sadar waktu adalah netral dan terus merayap dari detik ke detik dan dia pun sadar bahwa sedetik yang lalu tak akan pernah kembali kepadanya.
2.      Memiliki moralitas yang bersih (ikhlas).
Salah satu kompetensi moral yang dimiliki seorang yang berbudaya kerja adalah nilai keihklasan. Karena ikhlas merupakan bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan pelayanan tanpa ikatan. Sikap ikhlas bukan hanya output dari cara dirinya melayani, melainkan juga input atau masukan yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih.
3.      Memiliki kejujuran.
Kejujuran pun tidak datang dari luar, tetapi bisikan kalbu yang terus menerus mengetuk dan membisikkan nilai moral yang luhur. Kejujuran bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan sebuah panggilan dari dalam sebuah keterikatan.
4.      Memiliki komitmen.
Komitmen adalah keyakinan yang mengikat sedemikian kukuhnya sehingga terbelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju arah tertentu yang diyakininya. Dalam komitmen tergantung sebuah tekad, keyakinan, yang melahirkan bentuk vitalitas yang penuh gairah.
5.      Kuat pendirian (konsisten).
Konsisten adalah suatu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip walau harus berhadapan dengan resiko yang membahayakan dirinya. Mereka mampu mengendalikan diri dan mengelola emosinya secara efektif.
Dalam membentuk etos kerja pribadi muslim yang berkualitas, perlu adanya cara atau strategi dalam menumbuhkan etos kerja yang baik. Menurut Jansen H. Sinamo, mengemukakan dalam bukunya yang berjudul 8 Etos Kerja Profesional ia menjelaskan bagaimana cara menumbuhkan etos kerja. Berikut adalah cara menumbuhkan etos kerja menurut Jansen H. Sinamo, yakni :[7]
1.      Kerja sebagai rahmat (Aku bekerja tulus penuh rasa syukur).
2.      Kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung jawab).
3.      Kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh integritas).
4.      Kerja adalah aktualisasi (Aku bekerja keras penuh semangat).
5.      Kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh kecintaan).
6.      Kerja adalah seni (Aku bekerja cerdas penuh kreativitas).
7.      Kerja adalah kehormatan (Aku bekerja penuh ketekunan dan keunggulan).
8.      Kerja adalah pelayanan (Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati).
Dari ke delapan prinsip atau cara menumbuhkan etos kerja tersebut di dukung oleh dalil naqli yakni dari Al – Qur’an dan Al – Hadits, penjelasannya sebagai berikut :
1.    Kerja sebagai Rahmat  (bekerja tulus penuh rasa syukur)
Dalam kaitannya dengan bekerja, seseorang mampu untuk melakukan aktivitas yang menjadi profesinya, selain itu bahwa bekerja merupakan rahmat Allah SWT yang sanagt besar jikalau seorang itu merasa bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT. Dalam Q.s. Ibrahim ayat 7;
وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧
Yang artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"(Q.s. Ibrahim ayat 7)[8]

2.      Kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung jawab).
Bekerja merupakan suatu amanah yang harus dikerjakan sebab segala pekerjaan mempunyai tugas masing – masing, dalam Al – Qur’an telah dijelaskan yakni terdapat Q.s. An – Nisa ayat 58.
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ
بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ٥٨
Yang artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.s. An – Nisa ayat 58)[9]

3.      Kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh integritas).
Bekerja merupakan inisiatif seseorang dalam hal kebutuhannya. Dalam hal ini seseorang mempunyai rasa ingin bekerja agar bisa merubahnya sendiri. Hal ini selaras dengan Q.s. Ar – Ra’du ayat 11, yakni :
لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ )١١(
Yang artinya : “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”(Q.s. Ar – Ra’du ayat 11)

4.      Kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh kecintaan).
Bekerja merupakan implementasi dalam hal ibadah, memberi nafkah kepada istri dan keluarga merupakan amalan yang sangat besar pahalanya di sisi Allah SWT. Ini relevan dengan ayat Al – Qur’an yakni Q.s. Al – Jumu’ah ayat 10, yakni :
فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ
 كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٠
Yang artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (Q.s. Al – Jumu’ah ayat 10)[10]
Itulah beberapa kajian cara menumbuhkan etos kerja pribadi muslim abad ke 21 yang menjadi dasar /pondasi yakni di dalam Al – Qur’an dan Al hadits. Hemat saya bahwa etos kerja pribadi muslim merupakan suatu hal penting dalam memenuhi kebutuhan hidup, selain dari pada itu, etos kerja sebagai acuan dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam semua aspek, termasuk aspek ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dll dengan non muslim di masa yang akan datang.










BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
1.      Pengertian Etos Kerja adalah double standar of life yaitu sebagai daya dorong di satu sisi, dan daya nilai pada setiap indiividu atau kelompok pada sisi yang lain. Etos kerja, jika dikaitkan dengan agama berarti sikap atau pandangan atau semangat manusia terhadap kerja yang dilakukan, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang agama yang dianutnya.
2.      Konsep etos kerja dalam perspektif islam adalah etos kerja dalam perspektif islam merumuskan bahwa etika kerja yang mengedepankan nilai-nilai al-Qur’an dan Al - hadits. Dan memiliki 2 konsep etos kerja dalam islam yakni a) Iman sebagai landasan bekerja, dan b) Senantiasa Bersyukur
3.      Cara Membentuk etos kerja pribadi muslim abad 21 adalah a) Kerja sebagai rahmat (Aku bekerja tulus penuh rasa syukur). b) Kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung jawab). c)Kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh integritas). d)Kerja adalah aktualisasi (Aku bekerja keras penuh semangat). e)Kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh kecintaan). f) Kerja adalah seni (Aku bekerja cerdas penuh kreativitas). g) Kerja adalah kehormatan (Aku bekerja penuh ketekunan dan keunggulan). Dan h) Kerja adalah pelayanan (Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati).
B.     Saran
Dalam makalah ini, penulis dapat memberikan saran terhadap membentuk etos kerja pribadi muslim abad 21 yakni
1.      Perlunya rancangan yang kreatif dan inovatif dalam bekerja sebab suatu masa akan mengalami persaingan yang sangat sengit di semua aspek termasuk aspek ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan.
2.      Perlunya penanaman nilai – nilai agama islam dalam etos kerja, sebab dengan kita berpedoman pada Al – Qur’an dan Al – Hadits tidak akan mengalami Hubbuddunya (kecintaan pada dunia) saja akan tetapi melihat akan disisi akhiratnya.
3.      Menjadikan suri tauladan Rasulullah SAW dalam hal etos kerja termasuk dalam hal perdaganagan yang mengedapnkan sikap kejujuran, komitmen dan pendirian yang teguh yang selalu dicontohkan oleh Rasulullah SAW.













DAFTAR PUSTAKA
Tasmara, Toto. 2002. Membudayakan etos kerja Islami. Gema Insani,

Tampubolon, Biatna Dulbert. "Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasi yang telah menerapkan SNI 19-9001-2001." Jurnal standardisasi 9.3 (2007): 106-115.

Indica, I. Wayan Marsalia. "Pengaruh etos kerja Islami dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional dan kinerja karyawan (Studi Pada Waroeng STIKE And Shake di kota Malang)." Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB 1.2 (2012).

Abdullah, Taufik (ed), “Tesis Weber dan Islam di Indonesia dalam Agama”, dalam Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi, cet. IV (Jakarta LP3ES, 1988), h. 4

Departemen  Agama, Al – Qur’an dan terjemahnya ( Bandung : CV Diponegoro, 2015), cet 10




[1] Tasmara, Toto. Membudayakan etos kerja Islami. Gema Insani, 2002
[2] Tampubolon, Biatna Dulbert. "Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasi yang telah menerapkan SNI 19-9001-2001." Jurnal standardisasi 9.3 (2007): 106-115.
[3] Indica, I. Wayan Marsalia. "Pengaruh etos kerja Islami dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional dan kinerja karyawan (Studi Pada Waroeng STIKE And Shake di kota Malang)." Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB 1.2 (2012).
[4] Abdullah, Taufik (ed), “Tesis Weber dan Islam di Indonesia dalam Agama”, dalam Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi, cet. IV (Jakarta LP3ES, 1988), h. 4
[5]Departemen  Agama, Al – Qur’an dan terjemahnya ( Bandung : CV Diponegoro, 2015), hal 290 cet 10
[6] https://www.kajianpustaka.com/2016/09/pengertian-ciri-dan-menumbuhkan-etos-kerja.html
[7] Sinamo, Jansen H,  8 etos kerja profesional, (Jakarta : Institut Dharma Mahardika, 2005)
[8] Departemen  Agama, Al – Qur’an dan terjemahnya ( Bandung : CV Diponegoro, 2015), hal 256 cet 10

[9]Departemen  Agama, Al – Qur’an dan terjemahnya ( Bandung : CV Diponegoro, 2015), hal 87 cet 10

[10]Departemen  Agama, Al – Qur’an dan terjemahnya ( Bandung : CV Diponegoro, 2015), hal 554 cet 10


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Membuat Raport di Microsoft Excel

Cara Mmembuat Daftar Pustaka Otomatis

Tugas Makalah Teknologi Informasi Pendidikan